Cara Penanganan dan pencegahan Alergi susu

Penanganan Alergi Susu


Alergi susu biasanya akan menghilang seiring pertambahan usia anak.
Namun, ada juga yang terus memiliki alergi ini hingga mereka dewasa. Penanganan alergi susu dilakukan dengan menghindari konsumsi susu, dan makanan atau minuman yang mengandung protein susu.
Menghindari konsumsi susu dan makanan olahan susu merupakan tindakan pengobatan yang terbaik.


Tetapi, terkadang usaha ini sulit untuk dilakukan karena susu merupakan bahan makanan yang banyak digunakan dalam makanan atau minuman. Jika tidak bisa menghindari atau ragu ketika mengonsumsi susu, tanyakan kepada dokter mengenai makanan atau minuman apa saja yang baik untuk dikonsumsi.

Penanganan alergi susu bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan. Antihistamin merupakan obat yang digunakan untuk meredakan gejala dari reaksi alergi dan mengurangi ketidaknyamanan saat reaksi alergi menyerang.
Pada reaksi alergi yang lebih serius, yaitu anafilaksis, penanganan dilakukan dengan memberikan suntikan adrenalin (epinephrine). 

Penderita anafilaksis disarankan untuk dirawat di rumah sakit demi berjaga-jaga jika terjadi reaksi alergi susulan. 

Penanganan alergi susu yang terjadi pada balita dapat dilakukan melalui cara-cara berikut ini:
  • Pemberian ASI. ASI merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi, Cara ini yang paling disarankan untuk menghindari bayi dari bahaya alergi susu.
  • Susu kacang kedelai. Pemberian susu kedelai yang sudah difortifikasi lengkap untuk kebutuhan nutrisi bayi.
  • Susu yang mengandung zat hipoalergenik. susu yang dihasilkan dari proses pemecahan protein susu, seperti kasien dan whey.

Pencegahan Alergi Susu


Tidak ada cara yang pasti untuk mencegah alergi susu. Anak yang menderita alergi susu hanya bisa dicegah untuk tidak terjadi reaksi alergi kembali. Pencegahannya adalah dengan cara menghindari susu dan produk olahan susu.

Bacalah label produk dengan teliti sebelum membeli, mengonsumsi, atau menggunakannya, Waspadai juga produk yang mencantumkan label nondairy dan milk-freek kemungkinan masih memiliki kandungan protein susu.
Beberapa produk yang memiliki kandungan protein susu, antara lain:
  • Susu sapi asli
  • Mentega
  • Suplemen whey
  • Yoghurt
  • Puding
  • Es krim
  • Keju dan bahan yang mengandung keju
  • Permen nougat, cokelat batangan atau cair, dan karamel
Bila konsumsi susu dihentikan, dianjurakan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen untuk menggantikan nutrisi yang terdapat di dalam susu, seperti vitamin D dan riboflavin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Penanganan dan pencegahan Alergi susu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Sponsor

Iklan Bawah Artikel